Selasa, 05 Juli 2011

matic berlampu moge

Aura Moge di Lampu Sein PCX 125, Hayate 125 dan Spacy


 Spacy. Rem mudah terlihat(kiri). Inspirasi moge GSX750(kanan)
Virus lampu sein terpisah saat ini melanda skubek yang baru, juga yang belum lama keluar. Kalau melihat dari sisi desain, tampilan model kayak begini sebenarnya pernah diterapkan oleh katagori bebek atau sport.

Mungkin brother masih ingat gaya lampu rem terpisah disukai pengendara pencinta motor balap. Virus ini merebak pada awal 90-an. Seperti model model belakang Honda CBR kemudian Honda NSR-SP yang lampu rem dan seinnya banyak diimitasi para modifikator.

Model lampu belakang dan sein terpisah juga sudah diaplikasi oleh beberapa tipe bebek. Seperti yang diterapkan pada tipe Honda Supra X 125.

Kini skubek seperti Suzuki Hayate 125, Honda dengan Spacy Helm-In dan PCX 125 sudah mengaplikasi model lampu belakang dan sein terpisah.

“Untuk model sein Hayate memang mengadopsi moge Suzuki. Inspirasinya dari sana. Terkesan lebih sporty dan keren,” tegas Suandi Widiarto, Deputy GM Marketing Roda Dua PT Suzuki Indomobil Sales saat peluncuran skubek berkapasitas 125 cc ini beberapa waktu lalu.

Desainer Suzuki memang sudah melihat proporsional antara bentuk lampu yang gambot dengan bodi secara keseluruhan. “Bentuk lampu belakang terpisah antara lampu rem dan lampu sein. Ini sesuai dengan desain Hayate 125 yang serba lebar. Bodi dan jok Hayate 125 pun lumayan lebar sehingga mantap untuk menopang bokong si rider ataupun boncenger,’’ urai Suandi lagi.

 PCX 125. Benar-benar terpisah
Tidak salah lagi, inspirasi gaya moge ini terlihat bokong Suzuki GSX 750 dan GSX 1000. Bedanya pada moge ini lampu belakang sudah mengaplikasi sistem LED, sedangkan pada Hayate 125 belum.“Masih pakai bohlam biasa belum LED,” ungkap Suandi lagi.

Produsen Honda juga mendesain lampu serupa untuk dua skubeknya. Skubek premium PCX 125 dan skubek dengan bagasi besar, Spacy Helm In. “Tren mengarah kepada tampilan gaul dan muda,” pede Agustinus Indraputra, GM Marketing Planning and Analyst PT Astra Honda Motor saat paparan di acara peluncuran Spacy di Kemayoran, Jakarta.

Walau desainnya punya jiwa senada, ada perbedaan antara kedua detail desain. Pada Honda PCX 125 benar-benar dirancang terpisah antara lampu belakang dan sein. Sementara Spacy, antara lampu belakang dan sein masih bersinggungan dengan posisi agak ke bawah. Model desain PCX 125 hampir mirip dengan desain Hayate 125 yang terpisah.

Bagi sudut pandang safety riding, desain lampu belakang dan sein terpisah ini sudah baik, karena akan memudahkan pengendara lain memperhatikan tanda yang diberikan pengendara PCX.

 Lampu belakang Hayate. Sporty
“Dengan model lampu terpisah, dari sisi safety riding memudahkan pengendara di belakang untuk memantau sinar. Kesannya juga lebih keren,” pasti Agustinus Indraputra.

Iinovasi pabrikan memisahkan lampu sein belakang bukan sekadar gaya, tapi juga mengandung unsur safety riding. 

0 komentar:

Poskan Komentar