Jumat, 16 Desember 2011

Honda Tiger, Detail dan Fungsional



Gaya street fighter WJS (West Jateng Style) sudah banyak. Pelopornya Agus Djanuar dari XK Bike Design (XKBD), Purwokerto. Nah, sebagai pionir, di penghujung 2011 menyuguhkan konsep beda dari biasanya. Beda apanya, Bro?

Beda dibanding garapan terdahulu yang cuma sangar doang. Ini kali memperhatikan detail dan lebih kental unsur fungsional. Jadi, gak cuma tampilan doang yang klimis, tapi lebih ke fungsi dan tentu saja tidak meninggalkan ciri petarung jalanan.

Selain aplikasi mono arm, pilihan bentuk dan komponen yang begitu detail. Seperti bentuk tangki simpel dengan dimensi kecil. Desain seperti ini membuat kapasitas bahan bakar cuma muat 4 liter.

“Tangki sengaja dibikin rada tinggi. Biar enak dikempit saat riding. Gaya berkendara si empunya motor juga berpengaruh pada desain, makanya saya konsultasi soal bentuk,” buka Agus Djanuar yang beken disapa Om Agus DJ.

Otomatis jok rider jadi tinggi. Mengikuti postur Opick si empunya Honda Tiger. Makanya set up jok menjadi perhitungan fungsional.

Jadinya, dimensi, bentuk dan fungsi saat motor dikendarai bisa normal. Untuk itu, “Frame belakang dibuat ulang dari pipa 0,5 inci. Materialnya ambil dari produk ISTW yang merupakan pipa standar industri. Sederhana namun jaminan kuat,” papar pria berkumis ini.

Selain teknik penempatan jok, posisi setang juga disesuaikan. Setang yang bergaya ala motocross didukung jok dan setang tinggi. Tidak membuat cape ketika dikendarai

“Dengan riding position seperti ini lebih mudah bermanuver di jalan raya. Mulai handicap dengan banyak tikungan maupun jalan lurus jadi tidak capek,” analisis pria humoris ini.

Termasuk pada kaki-kaki atau suspensi, didukung dengan bodi yang fungsional. “Saya menyuguhkan konsep bodi simple tanpa shroud, agar tampilan kaki-kaki lebih menonjol,” cuap ayah satu putri yang selalu mengandalkan serat fiber untuk modifikasi ini.

Apalagi Agus DJ sedang gemar aplikasi mono arm. Jadi, memang konsep awal bodi dibuat simpel agar kaki-kaki terlihat menonjol. “Pakai limbah Triumph termasuk peleknya. Pemasangan sedikit ribet pada konstruksi dudukan as pro arm. Sebab kudu ubah 6 titik agar ngepas dengan sasis Tiger,” papar pria necis ini.

Sebagai pembuktian, menggunakan ritual atau cara unik. Motor yang sudah selesai selesai dibangun ditest ride. Jarak yang ditempuh lumayan, terngantung pilihan jalur yang akan dipakai.

“Saya selalu ngajak owner motor turing. Sekaligus pengenalan karakter motor, sebab dimensi dan gaya berkendara pasti berbeda. Tujuanya agar lebih menyatu dengan kondisi motor,” yakin Agus DJ yang menggunakan jalur Purwokerto-Pemalang PP saat event Fighter Day 5 lalu.

0 komentar:

Poskan Komentar