Senin, 19 September 2011

Yamaha Scorpio, Streetfighter X-Over


 
Genre atau aliran baru dalam dunia modifikasi Tanah Air kembali berkembang. Kali ini sang builder mengklaim kalau karyanya ini beraliran streetfighter x-over. Wah apa pula ini?   

"Kita sebut streetfighter x-over karena ini enggak murni lagi streetfighternya, sudah terkontaminasi dengan klasik dan bobber," kata Dimas Erlangga sang builder dari bengkel Diemaz Motor (DM).

Dia lebih jauh menjelaskan bahwa dari beberapa detail memang sangat kuat kesan bobbernya. "Kita coba wujudkan dalam beberapa detail yang terkesan membulat. Bukan kotak atau persegi," kata ayah dua anak ini.

Misalnya saja bentuk tangki. "Itu kita buat model baru menggunakan pelat," kata pemilik bengkel di Jl. Baja Raya, No. 82, Perumnas II, Karawaci, Tangerang ini. Untuk tangki masih diposisikan di atas rangka asli. Sedangkan rangka belakang sudah dipotong abis.


Bentuk motor semakin bertambah bulat karena pemakaian pelek ekstra lebar di belakang. Tidak tanggung, lebarnya kini sudah mencapai 7 inci.

Tentu saja dengan pemakaian ban berprofil 200/60-17 di belakang maka motor terlihat sangat bulat. "Pelek selebar itu sengaja dipaksakan supaya konsep bobber yang diinginkan tadi bisa didapat," cerita Dimas lagi.

Selain ukurannya yang tak biasa, pelek ini juga menarik karena penggunaan jari-jari custom. "Batang jari-jarinya ukuran 8mm dan kita buat sendiri, selain itu jumlah batang yang nempel di pelek juga enggak banyak," lanjutnya tentang motor milik Ari yang anggota Central Celebes Fighter Community (CCFC) ini. Sudah bisa dipastikan Scorpio ini segera menjadi maskot di Sulawesi.

Dimas hanya menggunakan jari-jari sebanyak 12 batang. Warna jari-jari ini sangat diperhatikan agar bisa tercipta harmonisasi dengan bodi.


"Saya nggak mau banyak warna, hanya mau hitam dan kuning. Itu juga hanya warna untuk batang jari-jari tadi," tambahnya.

Warna hitam memang cocok dengan motif tengkorak api yang dibuat di tangki dan sepatbor. "Karena ini konsep baru maka wajar jadinya agak lama, butuh waktu 2 bulan supaya jadi seperti ini," tutup Dimas.

Efek Pelek Lebar
Pemakaian pelek yang begitu lebar di belakang sampai 7 inci membuat arm harus ganti. "Untuk itu kita tinggal buat arm custom yang bentuknya juga beda jika dibandingkan standar. Yang pasti pelek bisa masuk," cerita Dimas.


Tapi ada sedikit masalah.a "Karena lebar tadi maka posisi gir juga ikutan berubah, sedangkan si pemilik motor tidak mau mengubah posisi footstep sehingga terpaksa menggunakan sistem transfer gir," ujar Dimas lagi.

Untuk gir ke belakang pakai perbandingan 12 - 45. Sedangkan yang ke depan 12 -13. "Kita sudah hitung dan dengan perbandingan seperti itu tidak berpengaruh pada tarikan motor.

DATA MODIFIKASI
Pelek: Custom
Ban: Swallow 120/60-17 (depan), Battlax 200/60-17 (belakang)
Arm: Custom
Sok belakang: CBR 1000
Tangki: Custom
Knalpot: Custom
Rantai: TK

0 komentar:

Poskan Komentar